Feeds:
Pos
Komentar

I. LATAR BELAKANG  

Kegiatan ilmiah bersifat nasional dan internasional bagi masyarakat intelektual termasuk bidang veteriner adalah suatu ajang penting yang perlu diselenggarakan untuk memperoleh berbagai pengetahuan terkini dari para pakar di berbagai keilmuan yang terkait.  

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Animal Health Organization /WAHO atau Office des Internationale Epizootic/OIE) Dr. Bernard Vallat memberikan sinyal kuat pentingnya profesionalisme dan kompetensi profesi veteriner dalam melayani masyarakat dunia. Hal ini akan semakin berarti melalui upaya peningkatan kualitas secara terus-menerus, seperti pendidikan berkelanjutan berkala yang terakreditasi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh institusi pendidikan maupun organisasi yang kompeten.  

Mengantisipasi masalah pemanasan global, tugas profesi medik veteriner tidak saja mengatasi masalah kesehatan hewan semata, tetapi harus mampu mensinergikan kinerjanya dalam mengurangi  berbagai dampak negatif pemanasan global tersebut.  Diantaranya adalah mampu mengantisipasi perubahan iklim dikaitkan dengan munculnya zoonosis baru dan meluasnya spesies yang terinfeksi, termasuk satwa liar.  

Menghadapi tantangan perekonomian global dan era otonomi daerah, tugas profesi medik veteriner tidak saja menangani masalah teknis kesehatan hewan tetapi perlu memikirkan kelembagaan otoritas veteriner yang didukung dengan kemampuan analisis bidang ekonomi veteriner terhadap berbagai sumber daya yang dimiliki.  Keberadaan dokter hewan tidak saja harus mampu mendukung peternakan di Indonesia tetapi juga mampu mengembangkan kompetensinya di bidang biomedis dan medik konservasi. Profesionalisme fungsi dan layanan veteriner adalah untuk optimalisasi perannya dalam :  

  • Memelihara dan menjaga kesehatan yang baik dari hewan-hewan di dunia dan melindungi hidupan liar dan satwa liar (wildlife) sebagai bagian yang sangat penting dari warisan kekayaan bumi untuk kehidupan manusia.
  • Memelihara kesehatan hewan dengan mencegah dan mengobati penyakit-penyakit hewan adalah cara yang paling memungkinkan dan ideal untuk memastikan kekayaan hewani bumi terjaga kesejahteraan dan kelestariannya dan mencegah terjadinya transmisi zoonosis kepada manusia termasuk mencegah potensi ancaman terjadinya pandemi baru.
  • Memastikan pangan yang aman bagi konsumen. OIE sangat meyakini bahwa pangan asal hewan adalah sumber kekayaan untuk kemanusiaan dan profesi veteriner sangat berkomitmen untuk memfasilitasi terwujudnya ketersediaan daging dan susu yang berlimpah dan aman dikonsumsi untuk masyarakat di berbagai negara di dunia. Berbagai standard dalam perdagangan internasional untuk hewan dan produk hewan dipublikasikan oleh OIE untuk menghindari penyebarluasan kuman pathogen dan juga mencegah berbagai negara agar tidak menetapkan persyaratan perdagangan (sanitary barriers) secara semena-mena.     

Hari Veteriner Dunia tanggal 29 Juli turut dirayakan bersamaan pelaksanaan Kongres ke-29 Organisasi Dokter Hewan Dunia (World Veterinary Association) dengan tema ”CELEBRATE OUR DIVERSITY”. Hal ini sejalan dengan agenda Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) sesuai hasil Mukernas I bulan Mei 2007 serta didukung oleh berbagai Organisasi Sekeahlian/Seminat dan Sebidang kerja (Organisasi Non Teritorial/ONT) di bawah PDHI untuk menyelenggarakan KIVNAS X di tahun 2008.   

Penggabungan KIVNAS X kepada AZWMC 2008 adalah kerjasama antara PB PDHI dengan Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang telah ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan ilmiah pada pertemuan Asia Zoo/Wildlife Medicine and Conservation (AZWMC) di Taiwan tahun 2007.

  

II. TEMA  

Tema dari kegiatan ilmiah gabungan veteriner dan konservasi ini adalah : ”UNITY IN BIODIVERSITY  

III. TUJUAN 

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

  1. Memaparkan dan menyebarluaskan kemajuan pengetahuan terkini serta berbagai teknologi di bidang veteriner.
  2. Saling berbagi informasi dan pengalaman di antara para dokter hewan serta peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan bidang kerja.
  3. Mempelajari kemajuan pengetahuan terkini untuk dapat diaplikasikan untuk kepentingan keseimbangan manusia, hewan dan lingkungan serta kepentingan pelestarian sumber daya alam hewani.

 

IV. PELAKSANAAN KEGIATAN 

Kegiatan terdiri dari :

  1. Sesi Ilmiah (Seminar, Poster ,Workshop,Roundtable Discussion)
  2. Pameran berkaitan bidang veteriner
  3. Ramah-tamah/silaturahmi dan kunjungan wisata/obyek khusus

Rincian Kegiatan Selengkapnya: Klik Disini

 

V. WAKTU DAN TEMPAT

 

Waktu        : Tanggal 19 Agustus sampai dengan 22 Agustus 2008

Tempat      : IPB International Convention Center (IICC)

                     Jalan Raya Pajajaran

                     Bogor 14140, Jawa Barat   

VI. PESERTA  

Estimasi jumlah peserta adalah 800 orang. Peserta dari kegiatan ini adalah : Para dokter hewan peneliti, praktisi, pengajar dan PNS diberbagai instansi pemerintah terkait kehewanan (veteriner), pelaku usaha bidang kehewanan/peternakan dan obat hewan, para ilmuwan dan aktifis konservasi, organisasi non pemerintah dalam kehewanan, kesejahteraan hewan, para pemerhati kesehatan hewan dan mahasiswa diberbagai fakultas  kedokteran hewan, peternakan, biologi dan kehutanan (konservasi).     

VII. PENDUKUNG KEGIATAN 

  1. Departemen Kehutanan Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam (PHKA)
  2. Departemen Pertanian : (Direktorat Jenderal Peternakan dan Badan Karantina Pertanian)
  3. Wali Kota Bogor
  4. Fakultas Kedokteran Hewan se Indonesia
  5. Asian Society of Zoo and Wildlife Medicine (ASZWM)
  6. Asian Society of Wildlife Pathology (ASWP)
  7. Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Aquatik dan Hewan Eksotik Indonesia.
  8. Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia
  9. Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia
  10. Ikatan Dokter Hewan Sapi Perah Indonesia
  11. Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia
  12. Asosiasi Pathologi Veteriner Indonesia
  13. Asossiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Laboratorium Indonesia
  14. Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia
  15. Asosiasi Epidemiologi Veteriner Indonesia
  16. Pusat Studi Satwa Primata IPB
  17.  Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI)
  18. Center for Indonesia Veterinary Analysis Study (CIVAS)
  19. Asosiasi Pakan Hewan Kesayangan Indonesia (APHKI)

 

VIII. PANITIA PENYELENGGARA

Penasehat  : Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB)

                       Direktur Jenderal PHKA – DEPHUT RI

                       Deputi Bidang Hayati, LIPI                     

                       Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB                     

                       Ketua Umum PB – Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia  

Penanggung Jawab Kegiatan :

1.  Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor

2. Ketua Umum PB Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia

 

 

 

Panitia Penyelenggara Selengkapnya: Klik Disini

 

IX . ALAMAT  PANITIA

Sekretariat AZWMC 2008:

Bag. Anatomi, Histologi dan Embriologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB,

Departemen AFF-Wing 8 – Lantai 3  Jl.  Agatis, Kampus IPB Darmaga

Bogor 16680, INDONESIA

Phone/Fax.  +62-251-629464; E-mail:  azwmc2008@yahoo.com

Website: http://www.ipb.ac.id;   www.geocities.com/azwmc2008

Kontak per SMS : 0812- 9088646 (Ita) , 0817 – 0090961 (Agil) 

Sekretariat KIVNAS X PDHI

PBPDHI : Gd. Rumah Sakit Hewan Jakarta Lt.2

Jl. Harsono RM No,. 28 (Blk) – Ragunan – Jakarta

Telp /Fax : 021 – 7813359SMS : 0818 -653362 (Ratni), 0856– 91013837 (Dewi), 0815-85725021 (Andi)

Email : kivnas@yahoo.com, pb_pdhi@yahoo.com Website : http://kivnaspdhi.wordpress.com 

Rekening Bank :

Segala keuangan berkaitan kegiatan AZWMC dan KIVNAS X PDHI hanya  melalui dua pintu rekening Bank yaitu :  

Rekening atas nama :  

Dr. Chairun Nisa’, DVM

Bank BNI Cabang Bogor,

Rek. No.  0139999388.                         

atau     

Rekening atas nama  :

PB Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia

Bank Mandiri Cabang Supomo

Rek. No. 124 – 00 – 0420134 – 0

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.